Aksi Nyata PETIR Ketapang: Lakukan Penimbunan Darurat di Jalan Berlubang KM 23

medik-tv.com KETAPANG – Upaya perbaikan ruas Jalan Pelang–Kepuluk tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang. Partisipasi aktif masyarakat turut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran akses transportasi di wilayah tersebut.

Hal ini terlihat dari aksi bakti sosial yang kembali dilakukan warga Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) yang tergabung dalam Persatuan Tambang Independen Rakyat (PETIR) Ketapang. Mereka bergotong royong menimbun sejumlah titik jalan berlubang di ruas Jalan Pelang–Kepuluk, tepatnya dari Kilometer 23 hingga wilayah Kepuluk.

Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Pembina PETIR Ketapang, Gito, bersama warga setempat. Penimbunan dilakukan sebagai langkah sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar arus lalu lintas.

Sekretaris PETIR Ketapang, Aldo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

“Bakti sosial ini kami lakukan untuk membantu Pemkab Ketapang dalam membangun daerah secara bersama-sama melalui semangat gotong royong,” ujar Aldo saat diwawancarai, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, material pasir dan batu yang digunakan dalam penimbunan jalan berasal dari lokasi tambang emas di Kecamatan MHS yang saat ini masih dalam proses perizinan.

“Material diangkut menggunakan sekitar 10 unit truk, dibantu beberapa excavator mini untuk meratakan timbunan di titik-titik jalan yang rusak,” jelasnya.

Menurut Aldo, kegiatan sosial tersebut bertujuan meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat. Ia menegaskan, PETIR berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan sosial secara berkelanjutan, tidak hanya di bidang infrastruktur, tetapi juga sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.

“Kami sadar apa yang kami lakukan ini masih terbatas, namun ini adalah wujud kepedulian warga untuk ikut membantu pembangunan Ketapang,” ungkapnya.

See also  Cek Kesiapan Infrastruktur, Bupati Ketapang Tinjau Langsung Jalan Pelang–Kepuluk

Selain itu, Aldo juga menyampaikan harapan terkait legalisasi aktivitas pertambangan rakyat yang hingga kini masih dinantikan. Ia berharap Pemkab Ketapang bersama DPRD dapat mendorong terbitnya Izin Pertambangan Rakyat (IPR) serta penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

“Kami berharap pada tahun 2026 ini legalisasi bisa terealisasi, sehingga masyarakat dapat bekerja dengan lebih tenang dan memiliki kepastian hukum,” katanya.

Sebelumnya, Pemkab Ketapang juga menyampaikan apresiasi atas aksi sosial yang dilakukan PETIR. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang, Dennery, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam membantu perbaikan jalan.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan gotong royong yang dilakukan PETIR dalam menimbun jalan berlubang ini,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dennery menjelaskan, pembangunan Jalan Pelang–Kepuluk dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta didukung skema gotong royong melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Ketapang.

“Ruas jalan yang ditimbun oleh PETIR ini masuk dalam segmen tujuh dan ke depan akan diperbaiki secara permanen menggunakan dana CSR, termasuk pengaspalan,” jelasnya.

Sementara itu, manfaat penimbunan jalan tersebut turut dirasakan para pengguna jalan. Seorang sopir pikap pengangkut sayur, Dimas (29), mengaku sangat terbantu dengan kondisi jalan yang kini lebih baik.

“Alhamdulillah, sekarang jalannya sudah ditimbun. Perjalanan jadi lebih cepat dan mobil tidak tersangkut lagi. Terima kasih PETIR,” ujarnya saat ditemui di Simpang Empat Pelang, Senin malam (12/1/2026).