medik-tv.com Ketapang – Cahaya rembulan memantul lembut di atap seng Masjid Al-Ikhlas, menyinari bangunan sederhana yang berdiri tegak di tengah rimbunnya hutan kawasan pertambangan emas Padang Bunga, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Ketapang. Kamis malam, 13 November 2025, menjadi malam penuh haru dan kebanggaan bagi para pekerja serta warga sekitar. Masjid yang selama ini hanya menjadi harapan, kini resmi berdiri dan dapat digunakan untuk beribadah.
Peresmian Masjid Al-Ikhlas berlangsung meriah sekaligus khidmat, karena digelar bersamaan dengan Tablik Akbar yang menghadirkan Raden KH. Abdurahman Yasin, Pengasuh Ponpes Nur Ilahi Al-Islami Sungai Kinjil Ketapang. Hadir pula Pengurus PETIR, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga dari berbagai latar belakang.

Aldo, Ketua Panitia sekaligus Sekretaris PETIR, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah sejak malam ini Masjid Al-Ikhlas dapat digunakan untuk beribadah,” ujarnya kepada medik-tv.
Aldo menegaskan bahwa masjid ini bukan hanya tempat shalat, tetapi akan menjadi pusat pendidikan agama untuk anak-anak melalui kegiatan TPA dan TPQ. Tidak hanya itu, masjid juga disiapkan sebagai tempat beristirahat bagi para pekerja tambang yang berkegiatan di Padang Bunga.

Yang membuat pembangunan masjid ini terasa istimewa adalah prosesnya yang berlangsung cepat—hanya dua bulan. Dana berasal dari swadaya warga dan pekerja yang tinggal di kawasan tersebut. Gotong royong lintas agama dan etnis menjadi kunci utama berdirinya masjid.
“Ini berkat bantuan semua pihak. Semua etnis berperan, semua tangan turun langsung. Karena itu masjid dapat berdiri hanya dalam dua bulan,” jelas Aldo.
Ia menyimpan harapan besar untuk masa depan. Masjid Al-Ikhlas diharapkan mampu menjadi pusat pembentukan karakter anak sejak dini, sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Semoga masjid ini menjadi tempat menimba ilmu dan membentuk akhlak anak-anak sejak dini,” harapnya.
Sementara itu, Raden KH. Abdurahman Yasin menyampaikan apresiasinya atas semangat masyarakat membangun rumah ibadah tersebut.

“Luar biasa. Di tengah kesibukan, warga tetap ingat Allah SWT. Saya sangat mengapresiasi persatuan yang tampak saat pembangunan masjid ini, karena dibangun secara gotong royong oleh lintas agama, etnis, dan suku,” ujarnya.
Ia mendorong seluruh warga untuk memakmurkan masjid dengan ibadah rutin dan aktivitas pendidikan karakter melalui TPA dan TPQ.
“Mari bersama-sama terus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah serta kegiatan TPA dan TPQ sesuai program pemerintah tentang pendidikan karakter,” pesannya.
Malam itu, di bawah rembulan yang menyaksikan, Masjid Al-Ikhlas bukan sekadar bangunan baru, ia adalah simbol persatuan, harapan, dan semangat baru bagi masyarakat Padang Bunga.
