Heboh di Ketapang, Wadah Program Makan Bergizi Gratis Diduga Tercemar Minyak Babi

medik-tv.com Ketapang – Sejumlah warga di Kabupaten Ketapang resah menyusul informasi bahwa wadah makan atau ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Tiongkok diduga mengandung minyak babi.

Para orang tua penerima manfaat program MBG kini menanti kepastian resmi pemerintah terkait keamanan sekaligus kehalalan ompreng impor tersebut.

Ratnah (45), warga Kecamatan Matan Hilir Selatan, mengaku melarang anaknya menggunakan ompreng MBG.

“Kami sebagai orang tua menunggu kepastian dari pemerintah. Saya khawatir jika ompreng itu benar mengandung minyak babi,” katanya saat diwawancarai media, Sabtu (20/9/2025).

Ratnah juga menyoroti kualitas makanan yang diterima anaknya di sekolah, yang beberapa kali dalam kondisi basi.

“Anak saya kemarin dapat makanan basi, jadi saya larang konsumsi MBG yang katanya bergizi itu. Saya lebih memilih membuatkan bekal sendiri,” ucapnya.

Senada, Yeni (43) juga mengaku khawatir dengan kabar tersebut. Menurutnya, pemerintah perlu segera memberi penjelasan resmi agar keresahan masyarakat tidak semakin meluas.

“Kalau benar ada unsur yang tidak halal, tentu kami keberatan. Apalagi dipakai anak-anak setiap hari di sekolah. Kami harap program ini dihentikan sementara,” ungkapnya.

Menanggapi keresahan warga, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hasan menegaskan seluruh menu, bahan, hingga peralatan dalam program MBG berada di bawah pengawasan lembaganya dan dipastikan halal.

“Semua dalam pengawasan kami. Bahkan tukang masak di dapur MBG juga diawasi dan diberi pelatihan menyiapkan makanan halal serta bergizi. BPJPH menjamin semuanya halal,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube iNewsTV.

Meski demikian, sejumlah media nasional sebelumnya melaporkan hasil uji laboratorium di luar negeri yang mengindikasikan penggunaan refined lard atau lemak babi dalam pembuatan ompreng MBG.

See also  Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Laporkan Kesiapan Sekolah Rakyat Kepada Kemensos RI

CNN Indonesia, misalnya, menurunkan artikel berjudul NU DKI: 2 Uji Lab di China Terbukti Food Tray MBG Mengandung Babi. Media itu menulis bahwa hasil uji yang dilakukan Nahdlatul Ulama DKI Jakarta menunjukkan wadah makan MBG menggunakan minyak babi dalam proses pencetakan.

Tempo juga mengangkat isu serupa dengan judul Bukti Minyak Babi dalam Ompreng Makan Bergizi Gratis. Tempo melaporkan bahwa refined lard digunakan sebagai pelumas dalam proses pencetakan ompreng berbahan baja tahan karat di pabrik asal Tiongkok.