IMKK Suarakan Keresahan Mahasiswa Ketapang di Kalbar: “Kami Hanya Ingin Hak Dasar Saudara-Saudara Kami Tidak Lagi Jadi Barang Mewah”

medik-tv.com Ketapang – Ikatan Mahasiswa Kabupaten Ketapang (IMKK) kembali menyuarakan berbagai persoalan yang selama ini dirasakan oleh mahasiswa maupun masyarakat Kabupaten Ketapang yang berada di Kalimantan Barat. Saat diwawancarai, Ketua Umum IMKK Nanda Saputra mengungkapkan sejumlah keluhan sekaligus harapan kepada pemerintah Kabupaten Ketapang agar hubungan antara pemuda dan pemerintah dapat terjalin lebih harmonis.

Menurut Nanda, keluhan paling mendasar yang kerap disuarakan mahasiswa berkaitan dengan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di daerah.

“Keluhan yang paling sering kami resahkan selama ini ialah pemenuhan kebutuhan hak-hak dasar masyarakat seperti jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Perusahaan kita ada di mana-mana, kekayaan alam terus dikeruk, tapi masyarakat sekitar perusahaan itu berdiri bukannya hidup makin enak malah makin sengsara. Jalan, pendidikan, kesehatan itu masih menjadi barang mewah bagi saudara kita disana,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Ia juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan yang disebutnya kerap merugikan para pekerja.

“Para pekerja yang seharusnya dilindungi malah menjadi kaum yang paling rentan terhadap kekerasan, PHK, kerja bertahun-tahun gaji tidak pernah naik. Mereka minta naik gaji malah di-PHK, itu baru-baru ini terjadi di WHW,” tambahnya.

Terkait respons pemerintah daerah terhadap berbagai aspirasi tersebut, Nanda menilai pemerintah masih lebih banyak memberikan respon normatif tanpa tindakan nyata.

“Yang kami rasakan sejauh ini, pemerintah masih merespon dengan kata-kata yang bersifat menenangkan amarah kami saja, tapi untuk eksekusi di lapangan itu masih belum terlihat. Bahkan sering kali mereka diam terhadap kejadian-kejadian yang seharusnya mereka langsung memberi tindakan,” tegasnya.

IMKK juga berharap pemerintah Kabupaten Ketapang dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas dan tidak bersikap diskriminatif terhadap mahasiswa asal Ketapang yang menempuh pendidikan di Pontianak.

See also  Kapolres Bangka Barat Bangun Pondok Nelayan di Pantai Baru sebagai Wujud Kepedulian terhadap Masyarakat Pesisir

“Kami harap pemerintah Kabupaten Ketapang bisa lebih memperhatikan mahasiswa, yang selama ini kami merasa pemerintah masih menganaktirikan mahasiswa Ketapang yang kuliah di Pontianak. Kami mau pemerintah membuka diri, mau berdialog, mari kita sama-sama membangun tanah kelahiran kita,” kata Nanda.

Mengenai Seruan Aksi di Pontianak, Ia menerangkan bahwa aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap kampung halamannya.

“Kami mahasiswa Kabupaten Ketapang yang saat ini berkuliah di Pontianak tidak ingin tinggal diam melihat kampung halaman kami hanya jadi sapi perah. Kami tidak ingin kemewahan, kami hanya ingin hidup saudara-saudara kami layak. Jalan, kesehatan, pendidikan, dan hak-hak dasar lain bukan lagi barang mewah,” ucapnya.

“Aksi kali ini merupakan hadiah yang bisa kami berikan untuk saudara-saudara kami di Ketapang yang sering kali suaranya tidak terdengar oleh pemerintah,” tambahnya.

Dalam aksi yang berlangsung di Pontianak, IMKK turut menjadi salah satu pelopor sekaligus peserta.

“Untuk aksi kali ini IMKK menjadi salah satu pelopor, tentu kami akan berpartisipasi,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai rencana aksi selanjutnya, Nanda menegaskan bahwa mahasiswa siap kembali turun ke jalan jika aspirasi mereka tidak diindahkan oleh pemerintah.

“Untuk langkah selanjutnya, apabila tuntutan yang kami sampaikan tidak diindahkan, tuntutan yang kami sampaikan hanya dibalas kata-kata diplomatis, maka kami akan kembali melakukan aksi bahkan dengan massa yang lebih besar,” tutupnya.