medik-tv.com Ketapang – Masyarakat Kabupaten Ketapang tak perlu lagi khawatir soal ketersediaan dan harga beras. Pasalnya, Forum Bulog Ketapang bersama Kodim 1203/Ktp resmi meluncurkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bantuan Pangan (Bangpan), Kamis sore (24/7/2025) di Kelurahan Sukaharja.
Dalam kesempatan itu, Kepala Forum Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah Ketapang Kalimantan Barat, Jarau Matu, memastikan bahwa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kini bisa dibeli dengan mudah oleh masyarakat.

“Untuk membeli beras SPHP, masyarakat cukup membuka aplikasi Klik SPHP untuk melihat lokasi penjual terdekat,” ujarnya kepada wartawan.
Tak hanya itu, Bulog Ketapang juga menggandeng TNI dalam distribusi beras SPHP, termasuk melalui toko dan koperasi milik TNI AD. Kerja sama ini juga terbuka bagi desa-desa yang ingin menjadi mitra distribusi, termasuk pedagang pasar, kecamatan, BUMDes, dan Koperasi Merah Putih (KMP).
“Tujuannya jelas, agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau dan mudah diakses,” tambah Jarau.
Bulog juga mengingatkan agar para penjual tidak mematok harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp65.500 per 5 kg. Proses distribusi diawasi ketat oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satgas Pangan Polri, hingga Kejaksaan.
“Jangan sampai ada yang bermain harga. Kita pastikan distribusinya aman dan diawasi,” tegas Jarau.
Sebagai bentuk komitmen, saat peluncuran kemarin Bulog menyediakan satu truk beras SPHP yang langsung dijual ke masyarakat dengan harga khusus, yakni Rp60 ribu per 5 kg.
Adapun total bantuan pangan yang disalurkan Bulog untuk wilayah Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara mencapai 30.527 ton, terdiri dari 22.665 ton untuk Ketapang dan 7.862 ton untuk Kayong Utara. Penyaluran ini telah dimulai sejak Senin (21/7/2025) dan akan terus berjalan demi menjaga ketahanan pangan daerah.
“Semoga program ini bisa membantu meringankan beban masyarakat dan mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari,” tutup Jarau.
