medik-tv.com Ketapang – Dalam rangka menyambut pelaksanaan Haflatul Imtihan ke-6, Pondok Pesantren Nurul Ghufron yang berlokasi di Dusun Indotani, Desa Sungai Melayu, Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, menggelar kegiatan jalan sehat bersama masyarakat pada Sabtu pagi (14/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Haflah Akhirussanah yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pondok pesantren yang diasuh oleh Ustadz M. Latif, M.Pd, alumni Pondok Pesantren Lirboyo, tersebut mengusung konsep kebersamaan sebagai bentuk syukur atas perjalanan pendidikan santri selama satu tahun ajaran.
Jalan sehat diikuti oleh para santri, wali santri, serta masyarakat sekitar. Sejak pagi hari, peserta tampak antusias mengikuti rute yang dimulai dari kompleks Pondok Pesantren Nurul Ghufron dan berakhir di Masjid Baitul Amanah. Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut.
Untuk menambah semarak acara, panitia menyediakan berbagai doorprize menarik, antara lain sepeda listrik, kulkas, mesin cuci, paket sembako, serta beragam hadiah hiburan lainnya. Seluruh hadiah tersebut merupakan hasil dukungan dan partisipasi para donatur serta para pendukung kegiatan.
Panitia pelaksana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, di antaranya para donatur, para pendukung, Tim Tawasul yang dibimbing oleh Bapak Sirodjudin dan Bapak Suratmin, serta pihak pendukung teknis seperti Sinar Kapuas, NG Mark, D.A Audio, dan elemen masyarakat lainnya yang turut menyukseskan acara.
Rangkaian kegiatan akan berlanjut pada Ahad, 15 Februari 2026, dengan pelaksanaan Haflatul Akhirussanah yang mengusung tema “Attasyakur lil-Imtihan”. Kegiatan ini menjadi momentum ungkapan rasa syukur atas selesainya proses pembelajaran santri, sekaligus ajang evaluasi pendidikan selama satu tahun.
Pondok Pesantren Nurul Ghufron yang berdiri sejak tahun 2019 kini telah memasuki usia enam tahun dalam pengabdian di bidang pendidikan dan dakwah Islam. Saat ini, pesantren membina sebanyak 225 santri dengan dukungan 18 orang asatidz dan ustadzah, serta menyelenggarakan pendidikan formal pada jenjang SMP dan SMA.
Selain pendidikan formal, pesantren juga aktif mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler seperti drumband, pramuka, dan pencak silat. Program unggulan penguasaan kitab kuning menjadi ciri khas pendidikan pesantren dalam membentuk karakter, akhlak, dan keilmuan santri.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ghufron, Ustadz M. Latif, M.Pd, saat diwawancarai medik.tv menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan jalan sehat tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, khususnya para donatur dan para pendukung kegiatan ini. Dukungan yang diberikan sangat berarti bagi kami. Salah satunya dari Grup Petir yang selama ini konsisten mendukung program-program Pondok Pesantren Nurul Ghufron. Semoga sinergi ini terus terjalin di masa mendatang,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Supriyono, perwakilan dari Grup Petir, berharap ke depan terjalin kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam mendukung pembangunan masjid di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Ghufron yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian.

“Kami berharap rekan-rekan Petir dan para dermawan lainnya dapat terus menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu pembangunan masjid pesantren, agar dapat segera dimanfaatkan oleh santri dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
