MUI Ketapang Gelar Pelatihan Fardhu Kifayah, Cetak Kader Relawan Pemulasaran Jenazah

medik-tv.com Ketapang – Setelah sukses melaksanakan Rapat Koordinasi pada Oktober lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang kembali menggelar kegiatan keumatan bertajuk Pelatihan Fardhu Kifayah, Sabtu (8/11/2025). Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Bintang Sembilan PCNU Ketapang dan dibuka secara resmi oleh Bupati Ketapang yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Heryandi, M.Si.

Pelatihan yang bersumber dari anggaran hibah Pemerintah Kabupaten Ketapang ini diikuti sebanyak 76 peserta, terdiri dari 54 perempuan dan 22 laki-laki, yang merupakan utusan dari praktisi Fardhu Kifayah di enam kecamatan: Delta Pawan, Benua Kayong, Muara Pawan, Matan Hilir Utara, Matan Hilir Selatan, dan Kecamatan Singkup.

Latihan Lengkap: Dari Teori Hingga Praktek

Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori seputar Fardhu Kifayah, tetapi juga mempelajari secara langsung empat pilar utama pemulasaran jenazah sesuai syariat Islam, yaitu memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkan.

Kegiatan semakin menarik ketika sesi praktik dimulai. Peserta diajarkan cara menggunting kain kafan, teknik memandikan jenazah dengan benar, hingga praktik mengkafani jenazah. Suasana penuh khidmat dan antusiasme tampak jelas di wajah para peserta.

Tingkatkan Kapasitas dan Samakan Pemahaman

Ketua panitia, Anis Munisah, S.Pd.I, dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan para kader penyelenggara Fardhu Kifayah di lapangan.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini meningkatlah kapasitas kader dan menyeragamkan pemahaman, sehingga tidak terjadi perbedaan dan perpecahan di masyarakat,” ujarnya.

MUI: Bentuk Tim Sigap di Daerah

Sementara itu, Ketua MUI Ketapang, Drs. KH. Moh. Faisol Maksum, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya tentang teknis pengurusan jenazah, melainkan juga upaya menyatukan pemahaman dan membentuk jaringan relawan Fardhu Kifayah di setiap daerah.

See also  Pelantikan DPD FKOB Ketapang: Perkuat Kolaborasi dan Lestarikan Warisan Budaya Bugis

Menurutnya, dengan adanya koordinasi dan jaringan yang baik antar organisasi keagamaan dan kecamatan, maka setiap kali terjadi musibah kematian, masyarakat tidak akan kesulitan mencari tim yang siap membantu dengan sigap dan terlatih.

“Kepada para peserta, saya titip pesan, jadilah duta kebaikan di daerah masing-masing. Sebarkan ilmu yang didapat kepada masyarakat, ajarkan kepada remaja masjid dan karang taruna, agar kewajiban Fardhu Kifayah ini benar-benar tegak dan tidak ada lagi jenazah muslim yang tidak tertangani dengan baik,” pesannya.

Kemenag dan Pemkab Dukung Langkah MUI

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, Drs. Syarifendi, M.Pd, turut memberikan apresiasi terhadap langkah MUI yang dipercaya menangani pembinaan Fardhu Kifayah. Menurutnya, perbedaan praktik pemulasaran jenazah yang terjadi di masyarakat adalah rahmat, namun jika bisa diseragamkan tentu lebih baik.

“Langkah pemerintah daerah menyerahkan pembinaan ini kepada MUI adalah keputusan tepat. Dengan komitmen bersama, penyelenggaraan Fardhu Kifayah di seluruh daerah akan seragam,” tegasnya.

Membacakan sambutan tertulis Bupati Ketapang, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Heryandi, M.Si, berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya.

“Jadikan pelatihan ini sebagai sarana menimba ilmu, menambah wawasan, dan melatih keterampilan. Setelah pelatihan ini, ilmu yang didapat hendaknya diaplikasikan secara langsung di masyarakat demi kemaslahatan umat,” ujarnya.

Antusias dan Penuh Keberkahan

Pelatihan yang berlangsung sehari penuh itu diakhiri dengan praktik penanganan jenazah. Meski hanya sehari, kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat bagi peserta. Banyak di antara mereka berharap agar pelatihan serupa dapat terus berlanjut secara berkesinambungan di kecamatan lain.