medik-tv.com Ketapang – Pemerintah Kabupaten Ketapang memperingati Hari Desa Nasional Tahun 2026 dengan menggelar upacara di halaman Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang, Kamis (15/1/2026). Upacara berlangsung sederhana namun khidmat, diikuti para camat, kepala desa, serta jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ketapang.
Peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pembangunan daerah. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Bupati Ketapang bertindak sebagai pembina upacara dan memimpin langsung jalannya peringatan. Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis dalam menentukan arah dan keberhasilan pembangunan daerah.
Menurutnya, kemajuan desa akan sejalan dengan kemajuan Kabupaten Ketapang secara keseluruhan. Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan berkeadilan menuju Ketapang yang maju dan mandiri, dengan desa sebagai fondasi utama pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung pelaksanaan retreat kepala desa terpilih yang sebelumnya dilaksanakan di Kompi 643. Kegiatan tersebut bertujuan membangun karakter kepemimpinan, kedisiplinan, kebersamaan, serta menyamakan persepsi kepala desa dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik.
Bupati mengingatkan seluruh pemerintah desa agar mengelola dana desa secara transparan dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa dana desa harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan desa.
“Pengelolaan dana desa harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Selain itu, Bupati mendorong kepala desa untuk berperan aktif menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Perbaikan infrastruktur skala desa, khususnya jalan dengan tingkat kerusakan ringan, diharapkan dapat dilakukan secara swadaya tanpa selalu bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
Di bidang pendidikan, Bupati menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam mencegah anak putus sekolah. Kepala desa diminta aktif mendata dan menyosialisasikan berbagai program pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Ketapang, seperti bantuan buku tulis dan seragam sekolah gratis serta Kartu Ketapang Pintar.
Menurut Bupati, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari desa dengan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Sementara di sektor kesehatan, Bupati menyoroti percepatan program Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan sebagai fondasi menuju desa mandiri dan masyarakat sehat. Program ODF merupakan pilar pertama dari lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI.
Ia menyampaikan, hingga saat ini sebanyak 192 desa atau 73,3 persen dari total 262 desa di Kabupaten Ketapang telah dilaunching sebagai desa ODF. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah desa, kecamatan, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Target saya dalam tiga tahun seluruh desa di Ketapang sudah ODF. Dalam waktu 10 bulan kita sudah mencapai 73,3 persen. Ini menjadi modal kuat menuju desa yang sehat dan mandiri,” ujarnya.
Menutup amanatnya, Bupati berharap peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 dapat menjadi pengingat bagi seluruh aparatur desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Ketapang merupakan rumah besar bagi seluruh masyarakat yang harus dirawat dan dibangun bersama secara adil dan berkesinambungan, dimulai dari desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
