Perum BULOG Kantor Cabang Ketapang Siap Menyerap Gabah dan Beras Petani pada Tahun 2026

medik-tv.com Ketapang, Minggu (25/01/2026) – Perum BULOG Kantor Cabang Ketapang menyatakan kesiapan untuk kembali melakukan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya BULOG dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah, khususnya di wilayah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Ketapang, Jarau Matu, mengatakan bahwa penyerapan gabah dan beras akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Untuk tahun 2026, HPP ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp12.000 per kilogram untuk beras. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian harga bagi petani sehingga hasil panen dapat terserap secara optimal dan memberikan nilai ekonomi yang layak.

Dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, Perum BULOG Kantor Cabang Ketapang telah menetapkan target penyerapan yang terukur. Target penyerapan meliputi beras sebanyak 4.071 ton, gabah sebanyak 2.028 ton, serta setara beras sebesar 5.101 ton. Target ini menjadi acuan pelaksanaan penyerapan di wilayah kerja BULOG Kalimantan Barat.

“BULOG siap turun langsung ke lapangan serta menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan mitra penggilingan untuk memastikan proses penyerapan gabah dan beras petani dapat berjalan secara optimal,” ujar Jarau Matu.

Selain kesiapan sumber daya manusia, BULOG juga memastikan dukungan sarana dan prasarana, termasuk ketersediaan gudang penyimpanan dan armada angkutan. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperlancar proses penyerapan dan distribusi tanpa kendala logistik.

Melalui program penyerapan gabah dan beras tahun 2026 ini, BULOG berharap dapat mendorong semangat petani di Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan produksi. Perum BULOG optimistis, langkah ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ketahanan serta stabilitas pangan nasional.