Keberagaman Rasa dan Budaya: Festival Kuliner Sunda Resmi Dibuka Bupati Ketapang

Ketapang — Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si, secara resmi membuka Festival Kuliner Khas Sunda yang diselenggarakan oleh Paguyuban Pasundan Kabupaten Ketapang, Minggu, (23/11/2025) di Gedung Pancasila Ketapang. Kegiatan ini turut dihadiri Forkopimda, pengurus Paguyuban Pasundan, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Paguyuban Pasundan Kabupaten Ketapang atas prakarsa dan semangatnya dalam mengadakan kegiatan yang sangat bermakna ini.

“Festival ini bukan hanya sekadar ajang untuk memperkenalkan cita rasa kuliner khas Sunda, tetapi juga menjadi momentum untuk melestarikan budaya, memperkuat identitas, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Ketapang,” ujar Bupati.

Bupati kemudian menguraikan makna tema kegiatan “Ngamumule Rasa, Ngajaga Budaya, Merajut Rasa dalam Cita Kuliner Sunda” yang dianggap sangat relevan dengan perkembangan zaman.

“Ngamumule rasa berarti memelihara rasa, bukan hanya rasa dalam arti cita rasa makanan, tetapi juga rasa kepedulian, rasa hormat, dan rasa kebersamaan antarsesama. Di tengah arus modernisasi dan kemajuan teknologi yang sangat cepat, menjaga rasa kemanusiaan, rasa gotong royong, dan rasa cinta terhadap tanah air menjadi hal yang sangat penting,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga budaya adalah bagian penting dari jati diri bangsa. Kuliner, menurutnya, adalah salah satu warisan budaya yang merefleksikan nilai serta filosofi hidup masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kuliner Sunda membawa filosofi kebersahajaan dan kearifan lokal yang patut dipelajari oleh seluruh masyarakat.

“Melalui festival ini, kita tidak hanya belajar mengenal kuliner Sunda, tetapi juga memahami falsafah hidup masyarakat Sunda yang penuh dengan kearifan lokal, someah hade ka semah, silih asih, silih asah, silih asuh. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Ketapang yang juga menjunjung tinggi toleransi, kerukunan, dan kebersamaan antarsuku, agama, dan budaya,” katanya.

See also  Masyarakat Lokasi Doyok Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

Selain aspek budaya, sektor kuliner menurut Bupati memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian daerah.“Kegiatan seperti ini mampu memberikan ruang promosi bagi para pelaku UMKM, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Saya berharap para pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan produknya, memperluas jaringan, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan inovasi,” harap Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan penghargaan kepada seluruh warga Sunda yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Ketapang. Ia mengajak seluruh masyarakat agar terus menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bersama.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, sukses, dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tutup Bupati.

Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkaya khazanah budaya daerah sekaligus memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi masyarakat Ketapang.