Sinergi Ulama–Umara Diperkuat, MUI Ketapang Gelar Rakor Bahas Peran Strategis di Tengah Umat

medik-tv.com Ketapang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) selama dua hari, 24–25 Oktober 2025, di Hotel Aston Ketapang. Kegiatan ini mengusung tema “Memperkokoh Peran MUI Sebagai Khodimul Ummah, Shodiqul Hukumah dan Himayatul Ummah untuk Kemaslahatan Bersama.”

Rakor dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si yang hadir mewakili Bupati Ketapang. Sedikitnya seratus peserta mengikuti kegiatan ini, berasal dari unsur pengurus MUI Kabupaten, MUI Kecamatan, KUA, organisasi keagamaan dan kepemudaan, majelis taklim, perguruan tinggi, serta pimpinan pondok pesantren.

Kolaborasi Ulama dan Pemerintah

Ketua Panitia Rakor, H. Al Muhammad Yani, SH., M.Kn., CIRP, dalam laporannya menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah daerah serta unsur forkopimda sangat penting agar sinergi dan koordinasi semakin kuat. Ia menegaskan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 151 Tahun 2014, MUI adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas umat, terutama dalam bidang keagamaan dan moralitas publik.

Karena itu, lanjutnya, pemerintah diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih optimal baik dari sisi program, sumber daya manusia, maupun pembiayaan agar tugas MUI dalam pembinaan umat berjalan semakin efektif.

Tiga Pilar Peran MUI

Ketua MUI Kabupaten Ketapang, Drs. KH. Moh. Faisol Maksum, menegaskan bahwa rakor ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk menyegarkan komitmen bersama dalam menjalankan amanah organisasi. Beliau menjelaskan bahwa tema rakor merangkum tiga pilar utama peran MUI:

  1. Khodimul Ummah – melayani umat dengan keikhlasan, melalui bimbingan, nasihat, dan fatwa yang menenteramkan.
  2. Shodiqul Hukumah – menjadi mitra pemerintah yang kredibel dalam menyikapi persoalan keagamaan, sosial, dan kebangsaan.
  3. Himayatul Ummah – menjadi pelindung umat dari paham merusak, gaya hidup yang melemahkan moral, serta pengaruh negatif perkembangan zaman.
See also  Merusak Bangunan Ponpes Hidayatullah, Tiga Warga Diamankan Satreskrim Polres Ketapang

“MUI harus menjadi suara yang mencerahkan dan meneduhkan, bukan hanya mengoreksi, tetapi juga membimbing dengan bijak,” ungkapnya.

Arah Sinergi yang Semakin Kokoh

Mewakili Bupati Ketapang, Sekda Repalianto dalam sambutannya menyampaikan tiga poin penting terkait penguatan kolaborasi pemerintah dengan MUI, yaitu:

  1. Moderasi beragama, agar umat tetap berada pada pemahaman yang moderat, toleran, dan sejuk.
  2. Peran MUI dalam pembangunan, baik sosial, ekonomi, maupun kebangsaan.
  3. Kewaspadaan terhadap hoaks dan ujaran kebencian, demi menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Peran ulama sangat penting sebagai pengarah moral dan penjaga keseimbangan,” ujarnya.

Materi Rakor dan Penutup

Selama dua hari, peserta akan menerima berbagai materi dari empat narasumber utama: Ketua MUI Kabupaten Ketapang, Kepala Kantor Kementerian Agama Ketapang, Polres Ketapang, serta Ketua DPRD Ketapang. Materi mencakup sinergi ulama–umara, moderasi beragama, pencegahan penyakit masyarakat, hingga peran legislatif dalam mengakomodasi aspirasi keumatan melalui kebijakan publik.

Rakor akan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan rekomendasi sebagai panduan program kerja MUI ke depan.