medik-tv.com Ketapang – Ketua Tanfidziyah PC Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ketapang, KH Abdullah Al Faqir, bersama pimpinan daerah Muhammadiyah yang membidangi tarjih, tajdid, dan tabligh, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Bupati Ketapang Alexander Wilyo, dan Wakil Bupati Jamhuri Amir selama satu tahun terakhir.
Bupati Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Jamhuri Amir dinilai menunjukkan kinerja yang baik, terarah, serta konsisten dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya pada percepatan pertumbuhan ekonomi.

KH Abdullah Al Faqir menyebut berbagai langkah pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah patut diapresiasi, terutama kebijakan yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama ekonomi.

“Apa yang sudah dilakukan selama ini sangat baik. Upaya percepatan ekonomi dengan mendahulukan pembangunan infrastruktur, khususnya akses transportasi, merupakan langkah yang patut didukung bersama,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, konsep percepatan ekonomi tersebut tidak bersifat instan, melainkan melalui perencanaan yang matang dan berkelanjutan. Fokus pada penguatan infrastruktur dinilai sejalan dengan kebutuhan dasar pengembangan ekonomi daerah.
Sementara itu, Toha M. Hamim dari Muhammadiyah menilai kepemimpinan daerah selama kurang lebih 13 bulan terakhir menunjukkan capaian positif. Kemajuan tersebut terlihat pada sektor infrastruktur jalan dan jembatan, layanan air bersih, pendidikan, serta kesehatan.

Selain itu, ia juga menyoroti program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui inisiatif INKLUSI serta pendekatan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion). Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi otonom Muhammadiyah, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan.
Salah satu hasil dari program tersebut adalah penyusunan regulasi terkait pencegahan dan penanganan perkawinan usia anak.
Kedua tokoh tersebut juga mengingatkan pentingnya penyampaian kritik yang konstruktif terhadap pemerintah. Kritik, menurut mereka, harus disampaikan secara objektif, adil, dan tidak dilandasi sentimen sempit.
“Kritik itu penting, tetapi harus berimbang dan disertai sikap bijak. Dengan demikian, dapat dinilai secara jernih mana yang sudah baik dan mana yang perlu diperbaiki,” tegasnya.
Mereka berharap masyarakat dapat lebih fokus pada kinerja dan capaian nyata pemerintah daerah, bukan pada penilaian personal, guna mendukung kemajuan Kabupaten Ketapang secara menyeluruh.
