Warga Air Upas Turun ke Jalan, Desak Polisi Bertindak Nyata Berantas Narkoba dan Teror

medik-tv.com Ketapang – Puluhan warga yang tergabung dalam Masyarakat Air Upas Menggugat menggelar aksi damai bertajuk “Masyarakat Air Upas Menggugat Jilid II” di Kantor Polsubsektor Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kamis (22/1/2026).

Aksi tersebut bermula dari halaman Kantor Kecamatan Air Upas. Warga menyampaikan protes serta tuntutan kepada aparat penegak hukum agar segera menuntaskan maraknya peredaran narkoba, aksi kriminalitas, dan teror yang belakangan terjadi di wilayah tersebut.

Massa aksi yang terdiri atas pemuda dan tokoh masyarakat kemudian melakukan long march menuju Kantor Polsubsektor Air Upas sambil berorasi dan membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan.

Koordinator aksi, Andreas Candra, dalam orasinya menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan kasus narkoba dan teror di Kecamatan Air Upas.

“Kami berdiri di sini untuk menagih janji yang selama ini belum dibuktikan. Narkoba telah merusak generasi muda kami, sementara aksi teror menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Hingga hari ini, kami belum merasakan tindakan nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi tersebut merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya karena tuntutan warga dinilai belum ditindaklanjuti secara serius oleh pihak berwenang.

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Polsek Marau dan Polsubsektor Air Upas, di antaranya:

Mendesak Polsek Marau dan Polsubsektor Air Upas untuk melakukan penanganan serius dan menyeluruh terhadap pemberantasan peredaran narkoba di Kecamatan Air Upas hingga ke pelosok desa.

Mendesak aparat kepolisian untuk menangkap bandar besar, pengedar, serta kurir narkoba di Kecamatan Air Upas dalam waktu maksimal 30 hari sejak aksi damai dilaksanakan.

Mendesak penangkapan pelaku teror pembakaran dan tindak kriminalitas yang terjadi di Dusun Petuakan, Desa Air Upas.

See also  Bos Bawang Mas Sambut Hangat Kedatangan Valen, Juara D’Academy 7, di Pamekasan

Menyatakan kesiapan masyarakat Air Upas untuk menjadi mitra kepolisian dalam upaya pemberantasan narkoba dan kriminalitas di wilayah setempat.

“Kami tidak membutuhkan janji manis, tetapi bukti nyata berupa penegakan hukum. Keamanan adalah hak kami sebagai warga negara,” tegas Andreas.

Usai menyampaikan orasi, perwakilan massa diterima untuk melakukan mediasi bersama pihak kepolisian, pemerintah kecamatan, dan tokoh masyarakat.

Sebelumnya, massa aksi yang diwakili tokoh pemuda setempat, Firminus Goda, secara simbolis menyerahkan suplemen kesehatan kepada Kapolsek Marau dan Kepala Polsubsektor Air Upas sebagai bentuk dukungan kepada aparat kepolisian.

“Ini bentuk swadaya masyarakat. Kami memberikan suplemen agar aparat tetap sehat dan prima saat menjalankan tugas di lapangan,” ujar Firminus.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kabag Ops Polres Ketapang AKP Chandra menegaskan bahwa pihaknya tidak mentoleransi peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Ketapang.

“Kami memahami tuntutan masyarakat yang menginginkan bukti nyata. Proses penyelidikan memang membutuhkan waktu untuk mengumpulkan alat bukti yang kuat agar pelaku tidak lolos di persidangan. Namun, kami akan mengevaluasi kinerja jajaran di tingkat subsektor untuk mempercepat penindakan,” katanya.

Terkait aksi teror di Dusun Petuakan, AKP Chandra menegaskan bahwa kasus tersebut menjadi prioritas kepolisian.

“Tidak dibenarkan jika warga yang membantu tugas kepolisian justru menjadi korban intimidasi. Kami akan memberikan perlindungan kepada saksi dan mengejar pelaku hingga tuntas,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian dan masyarakat sepakat untuk menjalin kerja sama dalam mengungkap dan menindaklanjuti tuntutan warga. Kepolisian juga berkomitmen mengungkap pelaku teror, pembakaran, serta berbagai tindak kriminalitas di Dusun Petuakan.

Sementara itu, masyarakat Air Upas menyatakan kesiapan untuk berperan aktif sebagai mitra kepolisian.

“Kami siap membantu dan mengawal proses ini. Namun, jika tidak ada perubahan, kami akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat,” tegas Firminus.

See also  Grass Track Championship 2026 Resmi Dibuka di Desa Sungai Melayu Rayak, Antusias Warga Membludak

Aksi damai berakhir sekitar pukul 13.10 WIB. Massa membubarkan diri secara tertib. Hingga kegiatan selesai, situasi di Kecamatan Air Upas dilaporkan aman dan kondusif.