medik-tv.com Ketapang – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT UGT Nusantara Wilayah Kalimantan Barat menggelar Rapat Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2026 di Pondok Pesantren Mambaul Khairat, Kabupaten Ketapang, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini diikuti 72 pengurus dari tiga kantor cabang, yakni Ketapang, Singkup, dan Kayong Utara. Selain mengevaluasi capaian kinerja semester pertama, rapat juga menjadi momentum memperkuat tata kelola organisasi, menjaga likuiditas, serta meningkatkan peran BMT dalam pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua Pengurus Pusat BMT UGT Nusantara, H. Abdul Majid, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan kinerja BMT UGT Nusantara Wilayah Kalimantan Barat berada dalam kondisi sehat. Namun, menurutnya, peningkatan kualitas tata kelola tetap menjadi prioritas agar kepercayaan anggota terus terjaga.

“Kinerja BMT UGT Nusantara Wilayah Kalbar pada semester pertama berjalan baik dan sehat. Ke depan, keberhasilan kami bergantung pada konsistensi menjalankan nilai MANTAP, yaitu Amanah, Tangguh, dan Bermartabat. Fokus kami bukan hanya mengelola dana, tetapi juga membangun kualitas anggota,” kata Abdul Majid kepada medik.TV.
Ia menjelaskan, nilai Amanah diwujudkan melalui pengelolaan dana syariah yang profesional dan berintegritas. Nilai Tangguh diterapkan dengan memperkuat fundamental usaha dan likuiditas, sedangkan Bermartabat menjadi landasan menjaga reputasi lembaga menuju target masuk dalam Global 300, yaitu 300 koperasi terbesar di dunia.
Abdul Majid mengungkapkan, capaian BMT UGT Nusantara di wilayah Ketapang melampaui target yang telah ditetapkan.
“Beberapa indikator kinerja bahkan melampaui target, ada yang mencapai lebih dari 100 persen. Hasil ini merupakan buah dari perbaikan sistem kerja dan sinergi yang kuat antar-pengurus dalam memberdayakan ekonomi anggota,” ujarnya.
Ia menambahkan, BMT UGT Nusantara terus memperkuat transformasi digital agar mampu bersaing dengan lembaga keuangan lainnya. Saat ini, anggota telah dapat menikmati layanan transaksi digital yang setara dengan mobile banking.
“Ke depan kami akan mengembangkan aplikasi koperasi yang mengintegrasikan seluruh layanan secara digital. Kami juga mendorong kantor cabang mengaktifkan kembali anggota yang pasif, mendampingi pelaku usaha agar naik kelas, serta membangun ekosistem transaksi non-tunai melalui QR Code hingga layanan belanja daring bagi anggota,” katanya.
Abdul Majid juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan keuangan berbasis syariah yang dikembangkan BMT UGT Nusantara.
“Kami mengajak masyarakat bergabung bersama BMT UGT Nusantara. Sistem keuangan syariah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam bermuamalah,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus BMT UGT Nusantara Kabupaten Ketapang, KH. Abdullah Al Faqir, mengatakan kehadiran BMT selama 16 tahun telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, baik melalui pembiayaan usaha mikro maupun penciptaan lapangan kerja.

“Alhamdulillah, BMT turut membantu masyarakat dan pemerintah daerah. Di Ketapang dan Kayong Utara, hampir 100 orang telah memperoleh kesempatan kerja dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya melalui BMT,” katanya.
Menurut Abdullah, sejak berdiri pada 2010, BMT UGT Nusantara terus berkembang sebagai lembaga keuangan syariah yang dipercaya masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro. Sebagian besar tenaga kerjanya berasal dari kalangan santri yang dinilai disiplin, produktif, dan memiliki semangat kerja tinggi.
“Mayoritas tenaga kerja kami berasal dari kalangan santri. Mereka disiplin, produktif, dan cepat beradaptasi. Itu menjadi salah satu kekuatan BMT untuk terus berkembang,” ujarnya.
Ia menegaskan, BMT UGT Nusantara akan terus menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah diakses, sederhana, dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi digital, serta optimalisasi fungsi intermediasi sosial, BMT optimistis dapat terus tumbuh sebagai lembaga keuangan syariah yang sehat, mandiri, dan tepercaya di Kalimantan Barat.
