medik-tv.com Ketapang – Pondok Pesantren (Ponpes) Murattilul Qur’an Kabupaten Ketapang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Lahir (Harlah) ke-6 di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Kauman, Kecamatan Benua Kayong, Sabtu malam, (29/8/2026)
Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Perkuat Ukhuwah, dan Meneguhkan Generasi Qur’ani dalam Menyongsong Indonesia Emas.” Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah, kemudian dilanjutkan khatmil Qur’an dan ruwah massal, sebelum memasuki acara utama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sejumlah unsur pemerintah, tokoh agama, pengasuh pesantren, pendidik, santri, dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Camat Benua Kayong Suparman, perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang Ustaz Syafi’ie Huddin, Anggota DPRD Kabupaten Ketapang Ustaz Muhammad Fuadi, Kapolsek, Ketua Yayasan Murattilul Qur’an Misruki, para kiai, ustaz dan ustazah, serta pimpinan lembaga pendidikan.
Dalam sambutannya, Ustaz Syafi’ie Huddin yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang mengingatkan agar peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri sekaligus menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui sikap jujur, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan menjaga keseimbangan dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.
Syafi’ie juga mengapresiasi perjalanan enam tahun Ponpes Murattilul Qur’an yang dinilainya telah memberikan kontribusi dalam pembinaan adab, karakter, serta pemahaman Al-Qur’an bagi para santri.
Ia berharap Ponpes Murattilul Qur’an terus mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga berakhlak, moderat, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.
“Harapannya, Ponpes Murattilul Qur’an terus mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, moderat, dan mampu menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan media sosial,” katanya.
Sementara itu, Camat Benua Kayong Suparman menilai keberadaan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sebelum mereka kembali dan berkiprah di tengah masyarakat.
Menurut Suparman, pola pendidikan pesantren menjadi salah satu bagian penting dalam membangun generasi yang memiliki karakter dan akhlak.
“Anak-anak santri nantinya akan berada di tengah-tengah masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren ini. Saya melihat pola pendidikan pesantren menjadi salah satu bagian penting dalam membangun anak-anak bangsa yang berkarakter dan berakhlak,” katanya.
Enam Tahun Secara Kelembagaan
Pengasuh Ponpes Murattilul Qur’an Kabupaten Ketapang, Kiai Fahri Husaini, mengatakan secara kelembagaan pesantren tersebut kini telah memasuki usia enam tahun.
Namun, aktivitas pendidikan dan keagamaan yang menjadi cikal bakal berdirinya pesantren telah berlangsung lebih lama, yakni sekitar sembilan hingga sepuluh tahun melalui lembaga House of Tilawah.
Fahri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat sekitar, tokoh masyarakat, serta para guru yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan pendidikan dan keagamaan di lingkungan pesantren.
Dukungan tersebut, kata dia, tidak hanya berupa materi, tetapi juga moril sehingga turut membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses pendidikan dan kegiatan keagamaan.
Selain pendidikan keagamaan, Ponpes Murattilul Qur’an juga mengembangkan potensi dan bakat para santri, terutama dalam bidang Al-Qur’an. Pengembangan tersebut diarahkan antara lain untuk mendukung pembinaan dan program Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).
Menurut Fahri, pembinaan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya peserta yang memiliki kemampuan di berbagai cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Dengan demikian, Kecamatan Benua Kayong diharapkan dapat terus melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi dan mampu membawa nama baik daerah dalam berbagai ajang MTQ, baik di tingkat kabupaten maupun pada jenjang yang lebih tinggi.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Harlah ke-6 Ponpes Murattilul Qur’an kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng dan pembagian hadiah kepada para peserta.
Ke depan, pesantren diharapkan terus memperkuat peran pendidikan Al-Qur’an, pembinaan akhlak, serta pengembangan potensi santri sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.
