MUI Ketapang Gelar Sholat Istisqa Bersama Pemkab dan Ratusan Jemaah, Mohon Hujan di Tengah Karhutla

medik-tv.com Ketapang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang menggelar Sholat Istisqa bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang dan ratusan jemaah di halaman Masjid Agung Al-Ikhlas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (27/8/2026).

Sholat Istisqa tersebut menjadi salah satu ikhtiar spiritual masyarakat dan pemerintah daerah dalam memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau. Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai bentuk doa bersama di tengah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang.

Pelaksanaan Sholat Istisqa dimulai sekitar pukul 08.27 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Wakil Bupati Ketapang, jajaran MUI Kabupaten Ketapang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Polres Ketapang, Kodim 1203/Ketapang, Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, serta perwakilan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Ratusan jemaah laki-laki dan perempuan turut mengikuti pelaksanaan Sholat Istisqa tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Ustaz H. Ismail bertindak sebagai imam Sholat Istisqa, sementara khutbah disampaikan oleh KH. Muhammad Dudung Basuni.

Dalam khutbahnya, KH. Muhammad Dudung Basuni mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia. Menurutnya, upaya menjaga kelestarian alam tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai keagamaan.

Ia menyampaikan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk memelihara bumi dan menghindari berbagai tindakan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjaga agama. Setiap upaya memelihara bumi adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT, sedangkan perusakan lingkungan mencederai amanah manusia sebagai khalifah di muka bumi,” demikian pesan yang disampaikan dalam khutbah tersebut.

Usai pelaksanaan Sholat Istisqa, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama masyarakat dan pemerintah daerah dalam memohon rahmat, keselamatan, serta turunnya hujan.

See also  Jelang Lebaran, Polres Ketapang Gelar Apel Operasi Ketupat Kapuas 2026

Ia berharap musim kemarau yang berlangsung dapat segera berakhir sehingga risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan.

Alexander juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua MUI Kabupaten Ketapang KH. Faishol Maksum, jajaran ulama, serta pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Ketua MUI, jajaran ulama, serta pengurus Masjid Al-Ikhlas atas penyelenggaraan Sholat Istisqa gabungan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang,” ujar Alexander.

Menurut Alexander, upaya menghadapi musim kemarau dan mencegah kebakaran hutan dan lahan tidak dapat hanya mengandalkan aparat maupun petugas di lapangan.

Ia menilai keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, relawan hingga masyarakat di tingkat desa, menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla.

Pemerintah daerah, terus melakukan berbagai langkah pencegahan dan penanganan potensi kebakaran melalui kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk BPBD, Polres Ketapang, Kodim 1203/Ketapang, Manggala Agni, serta para relawan.

Namun, peran aktif masyarakat tetap diperlukan, terutama dalam menjaga lingkungan dan mencegah aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Alexander berharap doa yang dipanjatkan dalam Sholat Istisqa dapat dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan hujan segera turun di wilayah Kabupaten Ketapang.

Selain melalui doa, ia menekankan pentingnya melanjutkan upaya nyata dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau.

Kegiatan Sholat Istisqa tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ikhtiar bersama, baik melalui pendekatan spiritual maupun langkah-langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, organisasi masyarakat, relawan, dan masyarakat luas, diharapkan upaya menjaga Kabupaten Ketapang dari ancaman bencana dapat terus diperkuat.