medik-tv.com Ketapang – Keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, Di saat sebagian besar warga beristirahat, Udi Yono (60) justru menyusuri sejumlah ruas jalan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada dini hari.
Dengan menggunakan sepeda listrik yang telah dimodifikasi, pria penyandang disabilitas yang mengalami kelumpuhan, membawa peralatan serta material untuk menambal jalan berlubang.
Aksi tersebut dilakukan Udi pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 01.13 WIB. Ia memilih melakukan pekerjaan pada malam hingga dini hari saat arus lalu lintas relatif sepi.
Sedikitnya empat titik jalan berlubang ditambalnya. Sejumlah titik tersebut berada di kawasan akses Jembatan Pawan I dan wilayah Kauman, Kabupaten Ketapang.
Meski memiliki keterbatasan fisik, Udi tetap melakukan penambalan dengan peralatan sederhana. Ia terlebih dahulu membersihkan bagian jalan yang rusak menggunakan sapu lidi. Setelah itu, lubang disiram dengan air sebelum ditutup dan diratakan menggunakan campuran semen dan pasir yang telah disiapkan.
Saat diwawancarai medik.tv, Udi menjelaskan bahwa sebagian material yang digunakan diperolehnya dengan biaya pribadi. Selain itu, ia juga menerima infak dari sejumlah warga yang secara sukarela menitipkan dana kepadanya.
Menurut Udi, dana infak yang dititipkan kepadanya tidak digunakan seluruhnya untuk kepentingan pribadi. Ia membagi sebagian dana tersebut untuk kepentingan sosial dan kegiatan kemasyarakatan.

“Kalau ada infak yang dititipkan kepada saya, sebagian saya salurkan. Sekitar 10 persen saya titipkan untuk masjid, dan 10 persen lainnya saya gunakan untuk membantu kegiatan penambalan jalan berlubang,” kata Udi.
Udi menjelaskan, dana yang digunakan untuk penambalan jalan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan material, seperti semen dan bahan lain yang diperlukan dalam proses perbaikan.
Sementara itu, untuk kegiatan yang dilakukannya secara langsung, Udi mengatakan dirinya tetap menggunakan kemampuan dan sumber daya yang dimilikinya. Ia mengaku tidak melakukan kegiatan tersebut dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi.
“Selama saya masih mampu dan ada rezeki yang bisa digunakan, saya berusaha melakukan apa yang bisa saya kerjakan,” ujarnya.
Udi memilih melakukan penambalan jalan pada waktu dini hari untuk mengurangi gangguan terhadap pengguna jalan. Selain itu, kondisi lalu lintas yang lebih sepi dinilai memudahkannya dalam melakukan pekerjaan di tengah keterbatasan fisik yang dialaminya.
Bagi Udi, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya para pengguna jalan. Ia berharap jalan berlubang yang berpotensi membahayakan dapat segera mendapat perhatian dan penanganan.
“Saya hanya berusaha melakukan sesuatu yang bisa bermanfaat. Selama masih diberi kemampuan, saya ingin melakukan apa yang saya bisa,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Udi berharap kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan dapat menjadi perhatian bersama. Ia juga berharap masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait dapat bersama-sama memperhatikan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan pengguna.
Dengan keterbatasan fisik yang dialaminya, Udi Yono memilih untuk tetap berkontribusi sesuai kemampuannya. Aksi penambalan jalan yang dilakukannya menjadi salah satu bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan dan keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Ketapang.
