medik-tv.com Ketapang – Pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan kuliner di Kabupaten Ketapang kembali menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hal tersebut ditandai dengan diresmikannya Teduh Coffee oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., melalui prosesi pemotongan pita secara simbolis yang dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke seluruh area kafe.
Kehadiran Teduh Coffee diharapkan tidak hanya menjadi destinasi kuliner baru bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang publik yang mampu mempererat silaturahmi, mendorong lahirnya berbagai gagasan positif, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang terus menunjukkan optimisme dengan berinvestasi dan menghadirkan inovasi di Kabupaten Ketapang.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan selamat dan sukses atas Grand Opening Teduh Coffee. Terima kasih telah hadir dan menambah semarak Kota Ketapang,” ujar Alexander Wilyo.
Bupati juga mengungkapkan bahwa nama “Teduh” memiliki makna filosofis yang sangat mendalam. Kesejukan dan Kedamaian menjadi penawar di saat situasi atau dinamika sosial di luar sedang menghangat. Ruang Rekonsiliasi menjadi tempat yang nyaman untuk mengayomi dan meredam perbedaan. Pusat Solusi wadah untuk melahirkan jalan keluar dari berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat melalui diskusi yang santai.
“Ketika suasana di luar terasa panas, kita bisa datang ke sini untuk mencari kesejukan, berdiskusi, dan menemukan jalan keluar bersama. Itulah makna teduh yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Bupati menilai budaya berkumpul di warung kopi maupun kafe merupakan bagian dari kekuatan sosial masyarakat Ketapang. Tradisi tersebut dapat menjadi modal penting dalam membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, sekaligus melahirkan berbagai solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyinggung berbagai dinamika ekonomi yang tengah berkembang, seperti fluktuasi harga komoditas kelapa sawit dan informasi mengenai kenaikan harga LPG. Menurutnya, komunikasi yang baik di tengah masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah.
“Masyarakat Ketapang, baik di pedalaman maupun pesisir, mayoritas menggantungkan hidup pada sektor sawit. Namun saya percaya, dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan yang terjaga, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” tegasnya.
Sementara itu, Owner Teduh Coffee, Theo Bernardi, menyampaikan bahwa Teduh Coffee dibangun dengan konsep inklusif yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain menjadi tempat menikmati kopi, kedai tersebut diharapkan dapat menjadi ruang silaturahmi dan diskusi yang melahirkan berbagai gagasan positif bagi kemajuan Kabupaten Ketapang.
“Tempat ini lahir dari keinginan sederhana agar siapa pun bisa datang tanpa sekat. Selain menjadi tempat ngopi, kami berharap Teduh Coffee dapat menjadi ruang silaturahmi dan ruang diskusi yang melahirkan ide-ide positif untuk kemajuan Kabupaten Ketapang,” ujarnya.
Peresmian Teduh Coffee menjadi simbol tumbuhnya optimisme sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Ketapang. Melalui hadirnya ruang publik yang nyaman dan representatif, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk memperkuat kebersamaan, membangun kolaborasi, serta menjadikan setiap diskusi dan gagasan sebagai langkah nyata dalam mendukung terwujudnya visi “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri.”
