medik-tv.com Ketapang – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Ketapang, terus ditingkatkan. Dalam upaya tersebut, Polres Ketapang terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla melalui koordinasi serta sinergi bersama berbagai pihak terkait.
Sebagai bentuk penguatan penanganan di lapangan, sebanyak 60 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob Polri akan disiagakan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., dalam konferensi pers yang digelar di Aula Mapolres Ketapang, Selasa (25/8/2026), pukul 09.00 WIB.
Kapolres Ketapang mengatakan, pengerahan personel BKO Brimob tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Ketapang.
“Pada hari ini, Bapak Kapolda telah menerima bantuan kendali operasional dari Brimob yang berasal dari Mabes Polri maupun satuan Brimob dari Bali. Bantuan ini ditujukan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat, termasuk di Kabupaten Ketapang,” ujar AKBP Muhammad Harris.
Menurutnya, Polres Ketapang telah menerima informasi mengenai rencana kedatangan 60 personel BKO Brimob yang akan diperbantukan dalam penanganan karhutla di sejumlah titik rawan.
Setibanya di Ketapang, seluruh personel akan terlebih dahulu diterima dan mengikuti apel kesiapan sebelum didistribusikan ke sejumlah wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan karhutla.
Adapun personel tersebut direncanakan ditempatkan di beberapa lokasi, di antaranya Desa Kuala Satong dan Desa Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, dengan kekuatan sekitar 10 personel.
Selanjutnya, sebanyak 20 personel direncanakan ditempatkan di Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan. Penempatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan kawasan permukiman.
Sementara itu, 10 personel lainnya direncanakan ditempatkan di Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan. Kemudian, sekitar 20 personel akan disiagakan di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan.
Selain ditempatkan di sejumlah desa, personel BKO Brimob juga akan memperkuat upaya penanganan karhutla di wilayah yang berdekatan dengan sejumlah perusahaan yang turut berperan dalam kegiatan penanggulangan kebakaran.
Di Desa Pelang, personel direncanakan akan diperbantukan di wilayah sekitar PT Nova. Menurut Kapolres, perusahaan tersebut hingga saat ini turut aktif membantu proses pemadaman kebakaran.
Sementara di Kecamatan Kendawangan, personel BKO Brimob direncanakan ditempatkan di wilayah sekitar PT BGA, yang berada di dekat sejumlah titik api. Sedangkan di Kecamatan Matan Hilir Utara, sebanyak 10 personel direncanakan ditempatkan di sekitar PT KAL.
AKBP Muhammad Harris mengatakan, tambahan kekuatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kegiatan pemadaman, pembasahan lahan, serta mempercepat respons terhadap munculnya titik api.
Dalam penanganan karhutla, Polres Ketapang terus membangun koordinasi dan sinergi bersama berbagai unsur, di antaranya TNI, Kodim, Batalyon TP, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan, serta masyarakat.
“Harapannya, kegiatan pemadaman, pembasahan, dan respons cepat terhadap adanya titik api dapat lebih ditingkatkan. Semua pihak telah berkolaborasi dalam penanganan karhutla,” katanya.
Kapolres menegaskan bahwa Polres Ketapang terus berupaya melakukan langkah pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah hukumnya. Kehadiran tambahan 60 personel BKO Brimob diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan di lapangan, khususnya pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Dengan penguatan personel serta sinergi bersama seluruh pihak terkait, Polres Ketapang berharap upaya pencegahan, penanganan, dan respons terhadap karhutla dapat dilakukan secara lebih optimal demi menjaga keselamatan masyarakat, lingkungan, serta aktivitas warga di Kabupaten Ketapang.
