PETIR Salurkan 6.000 Galon Air Bersih untuk Pesantren dan Warga Terdampak Kekeringan di Ketapang

medik-tv.com Ketapang – Persatuan Tambang Independen Rakyat (PETIR) Kabupaten Ketapang menyalurkan 6.000 galon air bersih kepada sejumlah pondok pesantren dan masyarakat yang terdampak krisis air akibat kemarau berkepanjangan di Kecamatan Matan Hilir Selatan dan Benua Kayong, Kalimantan Barat, Rabu (2/9/2026).

Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pondok pesantren yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri, mulai dari konsumsi, kebersihan, hingga berbagai aktivitas di lingkungan pesantren.

Anggota PETIR Kabupaten Ketapang, Ghazali R., mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kesulitan memperoleh air akibat kondisi kemarau yang masih berlangsung.

“Kami dari PETIR merasa terpanggil untuk ikut peduli terhadap kondisi masyarakat saat ini. Kami memprioritaskan fasilitas umum, khususnya pondok pesantren, karena aktivitas para santri membutuhkan pasokan air bersih dalam jumlah cukup besar setiap hari,” ujar Ghazali saat diwawancarai Medik.TV.

Penyaluran dilakukan secara bertahap ke sejumlah pondok pesantren di wilayah yang terdampak. Di antaranya Pondok Pesantren Al-Ittihad di Desa Sungai Jawi (Sindur), Pondok Pesantren Darul Ibtida’i di Desa Mekar Sari, Al-Baitul Atiq Putra dan Putri, Pondok Pesantren Mambaul Khairat, Nur Ilahi Al Islami Sungai Kinjil, serta Pondok Pesantren Murotilul Qur’an dan sejumlah pesantren lainnya.

Jumlah bantuan di setiap titik disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pesantren. PETIR juga berupaya menjangkau masyarakat dan pondok pesantren lain yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Ghazali mengakui bantuan yang disalurkan belum mampu menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak. Karena itu, PETIR mengajak pemerintah daerah, organisasi masyarakat, komunitas, serta berbagai elemen lainnya untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

“Kami menyadari kemampuan PETIR terbatas dan tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami mengajak pemerintah daerah, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, serta berbagai organisasi dan elemen masyarakat untuk bersama-sama bergerak membantu penyediaan air bersih,” katanya.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Baitul Atiq Putri Desa Padang, KH. Ali Misnadin, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian PETIR di tengah kondisi kemarau yang membuat ketersediaan air semakin terbatas.

See also  Polisi Tangkap Pria 58 Tahun di Ketapang,13 Paket Diduga Sabu Disita

Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi para santri, terutama untuk menunjang kebutuhan sehari-hari dan aktivitas di lingkungan pondok.

Apresiasi serupa disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Nur Ilahi Al Islami Sungai Kinjil, Raden KH. Abdurrahman Yasin. Ia berharap kepedulian PETIR dalam membantu penyediaan air bersih dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah terdampak.

Ia juga berharap masyarakat dan pondok pesantren lain yang menghadapi persoalan serupa di Kabupaten Ketapang dapat memperoleh bantuan sehingga kebutuhan air bersih mereka tetap terpenuhi.

Di tengah kemarau yang masih berlangsung, kebutuhan terhadap air bersih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. Kolaborasi pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat dinilai penting agar distribusi bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga serta fasilitas umum yang terdampak.

PETIR menyatakan akan terus berupaya membantu masyarakat dan pondok pesantren yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih sesuai dengan kemampuan dan kondisi di lapangan.