medik-tv.com Ketapang – Pembangunan Pondok Pesantren Khoirul Huda Al-Amin di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, resmi dimulai. Prosesi peletakan batu pertama berlangsung pada Sabtu (1/8/2026).
Pondok pesantren yang berlokasi di RT 04/RW 02, Desa Sungai Besar, tersebut dipimpin Ustaz Muhammad Yadi Mubarok. Pembangunan tahap pertama diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
Pembangunan dilakukan melalui dukungan berbagai pihak, di antaranya masyarakat, Pemerintah Desa Sungai Besar, organisasi kemasyarakatan PETIR, serta Kelompok Usaha Bersama (KUB) Lubok Toman Bersatu.

Ustaz Muhammad Yadi Mubarok mengatakan, pendirian pesantren tersebut berangkat dari kondisi anak-anak di Sungai Besar dan wilayah sekitarnya yang harus menempuh pendidikan agama hingga ke luar daerah.
Menurut Yadi, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan munculnya gagasan untuk menghadirkan lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Sungai Besar.
“Saat ini puluhan, bahkan ratusan anak-anak yang berasal dari Sungai Besar dan sekitarnya sedang menuntut ilmu di luar pulau, bahkan di luar negeri. Hal ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk mendirikan pondok pesantren ini,” ujar Yadi.
Ia berharap, keberadaan pesantren nantinya tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga dapat menjadi wadah bagi para lulusan untuk kembali dan memberikan ilmu yang mereka miliki kepada generasi berikutnya.

“Harapannya, kelak mereka dapat kembali dan mengajarkan ilmu yang diperoleh kepada generasi berikutnya yang ingin mendalami ilmu agama,” lanjutnya.
Dukungan terhadap pembangunan pesantren juga disampaikan Pemerintah Desa Sungai Besar. Kepala Desa Sungai Besar, Akhmad Bawani, mengatakan pemerintah desa akan memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
“Pemerintah Desa Sungai Besar siap memberikan dukungan, memfasilitasi, serta membantu sesuai dengan kewenangan dan kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembangunan pondok pesantren ini,” kata Akhmad.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Pondok Pesantren Khoirul Huda Al-Amin, Ghazali R., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, donatur, organisasi, dan pihak lain yang telah ikut mendukung pembangunan.
Menurut dia, dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar pembangunan dapat berjalan secara bertahap hingga selesai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah memberikan perhatian serta dukungan terhadap pembangunan Pondok Pesantren Khoirul Huda Al-Amin,” ujar Ghazali.
Ia secara khusus menyebut dukungan PETIR dan KUB Lubok Toman Bersatu sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendorong pembangunan pesantren tersebut.
Ghazali juga mengajak masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan untuk turut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
“Pembangunan ini tentu tidak dapat berjalan sendiri. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, para donatur, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan untuk bersama-sama mendukung pembangunan ini,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan Ketua KUB Lubok Toman Bersatu, Roni Paslah. Ia menilai pembangunan pesantren merupakan bentuk kontribusi bersama untuk mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat di wilayah Sungai Besar.
“Ini merupakan tanggung jawab bersama sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat, khususnya bagi para pengusaha yang berdomisili di wilayah Sungai Besar. Mari kita bersama-sama mendukung dan menyukseskan pembangunan ini sampai selesai,” ujar Roni.
Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Pondok Pesantren Khoirul Huda Al-Amin diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan keagamaan bagi masyarakat Sungai Besar dan daerah sekitarnya.
Keberadaan pesantren itu juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperdalam pengetahuan agama sekaligus membangun karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
