medik-tv.com Bogor – Brigade Pangan Banjar Lestari MHS Ketapang, Kalimantan Barat, turut mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam ajang nasional Brigade Pangan Inspiratif 2026 yang berlangsung pada 19–21 Mei 2026 di Kompleks Surya BBPPSDMP Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi wadah pertemuan Brigade Pangan dari berbagai daerah di Indonesia dalam memperkuat sinergi serta komitmen terhadap pembangunan ketahanan pangan nasional.
Keikutsertaan Brigade Pangan Banjar Lestari menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring, berbagi pengalaman lapangan, serta menyampaikan berbagai persoalan riil yang dihadapi sektor pangan dan pertanian di daerah.
Manager Brigade Pangan Banjar Lestari MHS Ketapang Kalbar, Rahman, mengatakan bahwa meskipun timnya belum berhasil masuk sebagai finalis dalam ajang tersebut, pengalaman mengikuti forum nasional itu menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat dan komitmen dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Bagi kami, kehadiran dalam forum ini merupakan kebanggaan tersendiri. Kami dapat bertemu langsung dengan Brigade Pangan dari seluruh Indonesia, saling bertukar ide, pengalaman, dan berdiskusi mengenai tantangan maupun solusi yang dihadapi di lapangan,” ujar Rahman kepada medik-tv.com Jumat (23/5/2026).
Menurut Rahman, forum nasional seperti Brigade Pangan Inspiratif memiliki nilai strategis karena membuka ruang komunikasi antara pelaku di lapangan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun agar pemerintah dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai kondisi riil sektor pangan di berbagai daerah.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena pemerintah bisa mendengar langsung kondisi di lapangan dari seluruh Indonesia. Dengan begitu, kebijakan yang dibuat dapat lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat dan petani,” katanya.
Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap keberangkatan hingga kepulangan tim selama mengikuti kegiatan nasional tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat yang telah mendukung kami sejak awal hingga kegiatan selesai dilaksanakan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Rahman menegaskan bahwa program Brigade Pangan bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun pencapaian simbolis semata. Menurutnya, terdapat tanggung jawab besar yang harus dijalankan dalam mewujudkan ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Ia mengungkapkan, sejumlah kendala masih menjadi persoalan nyata di lapangan, mulai dari keterbatasan alat dan sarana pendukung, kondisi cuaca yang tidak menentu, kerusakan infrastruktur pertanian, hingga persoalan distribusi bahan bakar solar yang berdampak langsung terhadap operasional kegiatan pangan.
“Di balik semangat besar yang terlihat dalam forum nasional, ada tantangan nyata yang harus dihadapi setiap hari. Keterbatasan alat, infrastruktur yang belum memadai, hingga persoalan operasional menjadi bagian dari perjuangan kami di lapangan,” jelasnya.
Selain tantangan teknis, pihaknya juga menghadapi tantangan sosial yang membutuhkan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Pendekatan kepada masyarakat membutuhkan proses. Edukasi, komunikasi, dan membangun kepercayaan bersama menjadi hal penting agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Rahman.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan nasional tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi dan dukungan bersama dari pemerintah, media massa, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat secara luas.
Rahman optimistis, dengan komitmen yang kuat dan kerja sama lintas sektor, Brigade Pangan dapat menjadi gerakan nyata dalam mendukung kemandirian pangan nasional sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat daerah.
“Kami tidak ingin hanya menjadi konsep atau program di atas kertas. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, membantu petani, membuka peluang kerja, serta ikut memperkuat ekonomi daerah melalui sektor pangan dan pertanian,” tegasnya.
Ia berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam ajang Brigade Pangan Inspiratif 2026 dapat menjadi langkah awal memperkuat gerakan pangan nasional yang berkelanjutan.
“Semoga apa yang diperjuangkan hari ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk masa depan pertanian dan ketahanan pangan Indonesia yang lebih kuat,” tutup Rahman.
