medik-tv.com KETAPANG – Bupati Ketapang meluruskan isu yang beredar terkait pencabutan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan, status tersebut bukan dicabut, melainkan masa berlakunya telah berakhir pada 2 Oktober 2026.
Hal itu disampaikan Bupati saat meninjau Kantor BPBD Kabupaten Ketapang, Kamis (8/10/2026).
“Saya ingin meluruskan disinformasi yang beredar. Tidak benar bahwa saya mencabut status tanggap darurat. Yang terjadi adalah masa berlaku status tersebut telah berakhir pada 2 Oktober lalu,” tegasnya.
Saat ini, BPBD bersama tim teknis, BMKG, dan unsur Forkopimda masih melakukan evaluasi terhadap perkembangan karhutla. Jika kondisi kembali memburuk, status tanggap darurat dapat ditetapkan kembali sesuai hasil kajian.
Bupati mengatakan, hujan yang turun di hampir seluruh wilayah Ketapang pada awal Oktober sempat menurunkan jumlah titik panas (hotspot) secara signifikan. Namun, Ketapang masih mencatat hotspot tinggi di Kalimantan Barat, terutama di wilayah selatan, termasuk Kecamatan Kendawangan yang berbatasan dengan provinsi tetangga.
Kabut asap juga kembali menguat dalam dua hingga tiga hari terakhir. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi asap dari wilayah selatan yang terbawa angin.
Meski status tanggap darurat telah berakhir, personel gabungan BPBD dan tim lapangan tetap siaga melakukan pemadaman dan pemantauan. Pemerintah daerah juga terus memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanganan karhutla dengan dukungan BNPB dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Bupati mengatakan, dukungan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat peralatan penanganan karhutla, termasuk pengadaan lima unit mobil pemadam dengan nilai sekitar Rp2 miliar per unit atau hampir Rp10 miliar secara keseluruhan.
Dua unit akan ditempatkan di BPBD Ketapang untuk mendukung wilayah pesisir, sedangkan tiga unit lainnya akan diperbantukan ke sejumlah wilayah.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, BNPB, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas dukungan tersebut. Ia berharap hujan segera turun merata di Kalimantan sehingga karhutla dapat segera berakhir.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk dan alasan apa pun.
“Kami meminta masyarakat menahan diri untuk tidak membakar lahan. Tindakan sekecil apa pun dapat berdampak luas dan merugikan banyak orang. Mari kita berdoa bersama agar hujan segera turun di seluruh Tanah Kayong dan wilayah Kalimantan agar bencana karhutla ini segera berakhir,” pungkasnya.
