medik-tv.com Ketapang – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang terus dilakukan secara serius. Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.H., M.Si., turun langsung ke lokasi kebakaran untuk memimpin penanganan dan memastikan api tidak kembali meluas.
Kebakaran terjadi di kawasan Km 5 Sungai Pelang, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kamis (3/9/2026). Di tengah cuaca panas dan angin yang cukup kencang, tim gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan pada lahan gambut serta semak belukar yang terbakar.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare. Sekitar 2 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan. Kondisi lahan gambut menjadi perhatian khusus karena berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, di antaranya angin kencang yang mempercepat penyebaran api serta lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 100 hingga 200 meter dari jalan poros Pelang dan cukup jauh dari sumber air.
Untuk mendukung operasi pemadaman, petugas menggunakan dua unit mesin pompa air Honda 2 HP lengkap dengan selang dan nosel, satu unit mesin pompa air Robin, serta kendaraan roda dua dan roda empat untuk mobilisasi personel dan peralatan.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat dan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Kami bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD, Basarnas, Brimob dan seluruh unsur terkait terus melakukan pemadaman dan pembasahan secara maksimal. Setelah api padam, pembasahan tetap dilakukan untuk memastikan bara api di dalam tanah gambut benar-benar dapat diminimalisir,” ujarnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Dalam kondisi cuaca panas dan angin kencang seperti saat ini, api sangat mudah menyebar. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dapat membahayakan lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.
Saat ini, api di lokasi kebakaran telah berhasil dipadamkan. Tim gabungan masih melakukan pembasahan dan pemantauan lanjutan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Petugas juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi kebakaran, terutama terhadap dampak kabut asap, serta menggunakan masker.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan oleh Unit Intelkam Polres Ketapang bersama Polsek Matan Hilir Selatan.
Mengingat kondisi lahan gambut serta cuaca yang masih panas, pemantauan dan pembasahan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran kembali.
