medik-tv.com Ketapang – Sebanyak 39 jamaah umrah resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Bandara Rahadi Oesman, Kabupaten Ketapang, Jumat (24/7/2026). Rombongan tersebut terdiri atas 37 jamaah asal Kabupaten Ketapang dan dua jamaah asal Kota Pontianak. Keberangkatan mereka difasilitasi oleh PT MK Tour dan Travel.
Sebelum bertolak ke Arab Saudi, para jamaah dijadwalkan transit dan menginap selama satu malam di Pontianak. Selanjutnya, mereka akan melanjutkan penerbangan menuju Jakarta, kemudian terbang langsung ke Madinah menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Direktur Utama PT MK Tour dan Travel, Dr. KH. Abdullah Al-Faqir, S.E., M.E., mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh jamaah, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.
“Alhamdulillah, sore hari ini kami memulai proses keberangkatan dari Ketapang menuju Pontianak. Insyaallah jamaah menginap satu malam di Pontianak, kemudian besok melanjutkan penerbangan Pontianak–Jakarta dan Jakarta–Madinah menggunakan maskapai Garuda Indonesia,” ujarnya saat diwawancarai medik.tv.
Ia menjelaskan, seluruh jamaah telah mengikuti pembinaan manasik umrah selama dua hari di Pondok Pesantren Mambaul Khairat sebelum diberangkatkan. Menurutnya, pembekalan tersebut bertujuan agar jamaah memahami tata cara dan rangkaian ibadah umrah secara menyeluruh.
“Kami tidak memberangkatkan jamaah tanpa melalui proses manasik. Umrah bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan perjalanan ibadah sehingga pembekalan menjadi bagian yang sangat penting,” katanya.
Dalam perjalanan ini, PT MK Tour dan Travel menunjuk Kyai Faisal Maksum sebagai tour leader (TL), sementara Ustaz Husnan bertugas sebagai mutawwif yang telah berada di Arab Saudi. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan tim pendamping di setiap titik transit, mulai dari Pontianak, Jakarta, hingga Arab Saudi.
“Di setiap bandara kami memiliki rekan kerja yang siap mendampingi jamaah. Dengan sistem tersebut, jamaah tidak perlu bingung karena seluruh proses perjalanan telah dipersiapkan sejak awal,” jelasnya.
Terkait akomodasi, Abdullah Al-Faqir menyebut jamaah akan menginap di Aqeeq Madinah Hotel saat berada di Madinah. Sementara selama di Makkah, jamaah dijadwalkan menginap di Zamzam Tower 5 yang berada di kawasan Masjidil Haram.
Ia juga menanggapi anggapan sebagian masyarakat mengenai biaya perjalanan umrah. Menurutnya, pihak perusahaan berupaya memberikan pelayanan yang sebanding dengan fasilitas yang diterima jamaah serta mengedepankan transparansi dalam setiap proses pemberangkatan.
“Sebelum berangkat, jamaah sudah mengetahui hotel yang akan ditempati, siapa tour leader, siapa mutawwif, hingga seluruh rangkaian pelayanan yang akan diterima. Kami berupaya menjaga transparansi dalam setiap proses,” ungkapnya.
Prosesi pelepasan jamaah diakhiri dengan doa bersama. Keluarga dan para pengantar berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, serta kembali ke Tanah Air dengan selamat dan memperoleh predikat umrah yang mabrur.
