medik-tv.com KETAPANG – Peringatan Maulidur Rasul Muhammad SAW yang diinisiasi Pondok Pesantren (PP) Hidayaturrahman Kampus 2 berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di Kompleks Rumah Singgah Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Peringatan hari besar Islam ini dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para kepala desa se-Kecamatan Muara Pawan, serta jamaah pengajian dari Desa Kalinilam, Desa Sukaharja, dan masyarakat sekitar Desa Tanjung Pura. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut mencerminkan keberagaman suku bangsa, agama, dan adat istiadat yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Ketapang.
Acara tersebut menghadirkan penceramah asal Pontianak, Al-Habib Muhammad Syafei Syahab, S.H.I., yang dalam tausiyahnya mengajak jamaah meneladani keluhuran akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam menyikapi perbedaan.
Sejalan dengan pesan tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si. menyampaikan bahwa Rasulullah Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak dan budi pekerti manusia serta menebarkan kasih sayang bagi seluruh alam. Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah hendaknya menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun, saling menghormati, dan penuh kepedulian.
Bupati juga mengingatkan pentingnya nilai lita’arafu, yakni saling mengenal dan memahami di tengah perbedaan suku, agama, budaya, serta adat istiadat. Keberagaman, tegasnya, bukan alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi dan mempererat persaudaraan.
“Inilah esensi dari lita’arafu—saling kenal mengenal, saling memahami, dan saling menyayangi di tengah keberagaman suku bangsa dan adat istiadat, tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Sebagaimana pepatah orang tua-tua, banyak kawan banyak rezeki. Perbedaan seharusnya mendekatkan kita, bukan menjadi alasan untuk bertikai, apalagi bermusuhan,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa dirinya merupakan pemimpin bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang tanpa memandang perbedaan suku, agama, kelompok, maupun golongan. Ia berkomitmen untuk menjalankan kepemimpinan yang adil, memberikan ruang yang setara, serta mengayomi seluruh elemen masyarakat tanpa diskriminasi.
Menurut Bupati, keberagaman merupakan kekayaan daerah yang harus dijaga bersama, sedangkan persatuan dan keadilan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat. Pemerintah daerah harus hadir untuk semua, mendengarkan aspirasi masyarakat, menghormati perbedaan, dan memastikan setiap warga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan Kabupaten Ketapang.
“Ketapang adalah rumah besar kita semua. Rumah besar yang di dalamnya hidup masyarakat dengan beragam suku, agama, budaya, adat istiadat, kelompok, dan golongan. Rumah besar ini harus kita jaga bersama, kita rawat dengan penuh kepedulian, dan kita bangun dengan semangat persatuan serta gotong royong,” tegasnya.
Melalui peringatan Maulidur Rasul ini, Bupati berharap nilai-nilai kasih sayang, persaudaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Kabupaten Ketapang diharapkan terus tumbuh sebagai daerah yang rukun, damai, dan mampu merangkul seluruh masyarakat dalam pembangunan.
